
MEMOonline.co.id, Jember- Wacana penggantian pupuk subsidi ke bantuan langsung petani (BLP) yang digulirkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendapat penolakan oleh petani yang tergabung di ( KTNA ) Kabupaten Jember Jawa Timur.
Petani Kabupaten Jember yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jember, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, Pemuda Tani Indonesia serta pelaku usaha tani lainnya, didukung juga oleh Gapoktan sepakat menolak wacana ( BLP ) tersebut.
Dihadiri ratusan peserta. Penolakan tersebut ditegaskan oleh Sekretaris ( KTNA ) Jember Hendro Handoko saat Diskusi dengan tema 'Menolak Bantuan Langsung Petani' yang digelar disalah satu Cafe di Kecamatan Balung, Jum'at (6/9/2024).
"Kalau subsidi dialihkan, maka yang akan terjadi adalah banyak ketidaktepatan penerima subsidi. Dan, yang dikhawatirkan justru uang yang harusnya untuk membeli pupuk digunakan membeli yang lain, karena E-RDKK 40 persen tidak valid" tegas Hendro Handoko.
Lanjut Hendro Handoko. Dan apakah pemilik lahan, atau penyewa lahan Kalau yang dapat nanti pemilik lahan, apakah penggarap akan rela, karena uang bantuan tunai itu sebenarnya untuk membeli pupuk,".
"Kurang lebih 600 orang ditanggal 18 bulan ini akan berangkat ke surabaya untuk 'Deklarasi bersama menolak wacana Pemerintah yang tidak berpihak kepetani'. Imbuhnya.
"Bantuan langsung petani (BLP) 'Kami Tolak' karena hampir semua petani dikecamatan Arjasa kaya - kaya dan apakah pantas yang kaya mendapatkan ( BLP ) itu. Lebih baik kembalikan semua aturan itu seperti semula, kekelompok tani". Ucap Sutikno ketua KTNA Kecamatan Arjasa.
"Dia bilang keinginan pemerintah untuk memberikan subsidi cukup baik. Tetapi fakta di lapangan, pelaksanaannya sangat rumit dan sering tidak tepat waktu.maka dari itu kami berharap kepada Pemerintah Pusat agar mengerti keluhan keluhan para petani". Ujar Hendro Saputro sekretaris HKTI Jember.
"Untuk itu. Saya berharap kepada pemerintah agar dikembalikan seperti semula dan dibenahi apa yang menjadi kekurangannya, bahkan lebih baik ditambahkan kuota pupuk subsidinya".
Karena di Kabupaten Jember ini sangat kekurang sekali 'Pupuk Subsidi' apalagi kemarin ada pengurangan pupuk subsidi". Tegasnya.
Penulis : Zainal Arifin
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak